Jumat, 04 Mei 2012

Aku bukan Pelacur

Aku bukan pelacur
Bukan juga jalang seperti yang bibir busuk itu ucapkan
Salahkah aku terlahir dalam kesempurnaan seorang wanita ?
Kaki belalang yang dipuja
Kulit sawo matang bersih yang eksotik
Sebuah hidung yang membuat semua orang gemas
Dan bentuk tubuh yang sering menjadi imajinasi liar mereka yang selalu memuja wanita
Lebih dari itu
Aku bukan pelacur yang berganti pasangan hanya demi barang busuk yang bernama uang
Aku bukan pelacur yang kehormatannya bisa dinominalkan
Aku bukan pelacur yang menjajakan diri setengah telanjang di belakang etalase bordir
Salahkan saja mereka yang datang
Seolah berlomba mencari posisi yang terdepan
Bukan aku yang merayu mereka dengan bibir terbuka dan paha menganga
Bukan juga dengan belahan dada
Aku di sini hanya tersenyum. . .melihat ke dalam mata mereka
Dan salahkah jika aku dikagumi ?
Jika aku dicintai ?
Cincin itu belum melingkar di jari manisku. . .
Mengapa aku tidak memilih ?
Aku punya kesempatan untuk memilih bukan ?
Aku bersyukur untuk kesempurnaan yang Tuhan anugrahkan
Ia saja memberi yang terbaik untukku, rasanya konyol jika Ia memberi pasanganku yang terburuk
Jangan sebut aku pelacur hanya karena begitu banyak kumbang yang tertarik padaku
Berkacalah !
Dan kamu akan sadar betapa buruk rupa dan hati engkau
Pecundang yang mati gaya sehingga hanya mampu menghina kaumnya
Lihat betapa irinya kamu
Cihh. . . .jalang yang berteriak jalang
Pelacur yang memanggil pelacur
Dan kamu akan sadar. . .
Pelacur itu berada di dalam cermin dihadapanmu
Seorang wanita yang berpikiran picik hanya demi kesenangan pribadi
Seorang wanita yang menilai cinta hanya dari segi picisan saja
Pelacur yang menganggap dirinya suci
Padahal mulut busuknya tak mampu menutupi betapa jalangnya dia
Heii pelacur dalam cermin
Satu nasehat mahal bagimu dariku
Telanlah bulat-bulat kecongkakkan dan dengkimu
Telan habis emosimu
Dan kamu akan tahu betapa besar cinta semua orang bagi kaummu yang kau sebut dia jalang
Aku bukan pelacur
Dan berhenti menyebut aku pelacur
Karena nilaimu tak lebih dari seujung kuku bayi bagiku
Atau kupanggil kau dengan panggilan sayang yaitu “HINA”


Elora

Letih

Letih...
Hatiku berbisik...
Memprotes kerja rodi yang telah ia jalani beberapa waktu terakhir..
Dia enggan....
Enggan berteman dengan kesabaran yang membuatnya berkenalan dengan kemunafikan
Enggan berteman dengan ketulusan yang membuatnya berkenalan dengan penghianatan
Enggan berteman dengan kekaguman yang membuatnya berteman dengan cinta
Hatiku merintih....
Merasakan nyeri yang terus-menerus melemahkannya.....
Ia letih terus-menerus menjalani ini
Dan sejenak ia ingin berhenti....
Jika perlu hatiku ingin tidak bekerja kembali......
Tapi ketika hati ini merintih....
Cinta mengusapnya lembut sambil berkata,
“Jangan pergi....karena aku membutuhkanmu....”
Dan luka dihatiku berangsur-angsur membaik
Hatiku kembali berbisik...
Mungkin aku memang telah letih
tapi selama aku dibutuhkan,
aku tidak akan berhenti bertahan.

Elora

Senin, 30 April 2012

Balada Pacaran Jarak-Jauh

 Akhir-akhir ini sedang merasakan kembali apa yang disebut dengan "Balada Pacaran Jarak-Jauh." Karena terbiasa menjadi kembar dempet (selalu bersama-sama kemana pun dan di mana pun), akhirnya saya sekarang sering menjadi bulan-bulanan teman-teman. 
 Padahal sebenarnya, baik aku maupun dia biasa saja dalam menjalani semua ini. Toh, kondisi yang kami hadapi ini dapat tertangani dengan baik seiring dengan semakin majunya teknologi komunikasi di dunia. Bahkan, saat ini tingkat ke-gaptek-an saya mulai dapat sedikit berkurang lho...
 Contohnya sekarang saya mulai tahu bahwa skype itu menyenangkan. Hehehe...

Sepertinya Balada Pacaran Jarak-Jauh memicu munculnya gosip-gosip tidak sedap. Sebagai contoh, gara-gara suatu ketika kedapatan makan sendirian di kantin, saya digosipkan sedang menjalin hubungan terlarang dengan botol kecap yang kebetulan memang sedang menemani saya. Padahal botol kecap yang malang itu sebenarnya tidak sengaja menemani saya, dia hanya berada di waktu dan tempat yang kebetulan sama dan teronggok berhadapan dengan saya. Jadilah dia menjadi tersangka pihak ketiga di antara kami (saya dan kekasih.red). Malang sekali. Sampai sekarang kalau kekasih saya mengorek-ngorek hasil pengintaian teman-teman dengan siapa saya main gila, paling akan dijawab," Sama botol kecap mas." Untung, kekasih saya yang baik hati itu cukup mampu diberi pengertian jadi dia tidak lantas membabi buta.
Singkat kata, singkat cerita...ternyata yang namanya pacaran jarak-jauh itu tidak mudah. Badai yang menerpa bukannya semakin surut tetapi justru makin keras menerjang. Tapi, saya tidak kecil hati, karena almarhum om Chrisye selalu bilang kalau,"Badai pasti berlalu.....". Demikianlah saya seperti mendapat pencerahan bahwa seberat apapun pasti akan berlalu juga. 
Selain itu seperti kata om Chrisye juga yang membuat saya bernyanyi,"walau ke ujung dunia...pasti akan kunanti, meski ke tujuh samudra...pasti ku kan menunggu...karena kuyakin...kau hanya untukku #sera!!!". Hahaha... ini efek negatif dari Balada Pacaran Jarak-Jauh yang saya jalani yaitu meningkatnya kadar kimcil dan alay yang sempat berkurang kemarin. 


Elora

Hujan

Tik. . .tik. . .tik. . .bunyi hujan di atas genting
Bergemericik menciptakan melodi yang khas
Air yang jatuh beradu dengan genting tanah liat
Sebagian ada yang muncrat berhamburan
Yang lain menggenang dicekungan

Tik. . .tik. . .tik. . .bunyi hujan di atas genting
Tersela-sela oleh gemuruh petir yang ingin juga tampil
Dengan kilatan cahaya bak lampu sorot
Bergemuruh riuh rendah tak mau henti

Tik. . .tik. . .tik. . .bunyi hujan di atas genting
Beralun perlahan
Tak ubahnya seorang janda yang ditinggal mati
Serupa rintihan insan patah hati
Sama seperti tangisan batin

Tik. . .tik. . .tik. . .bunyi hujan di atas genting. . .
Semakin lama semakin sering
Semakin lama semakin sering
Aku tak membenci hujan
Aku tak menyukai hujan
Tapi aku menunggu hujan dan menunggu bumi lelah menumpahkannya
Karena yang aku suka
Dan aku tunggu adalah pelangi
Pelangi seusai hujan


Elora

Minggu, 29 April 2012

Kebahagiaan Seorang Fasilitator

Beberapa waktu ini, saya bersyukur karena diberi kesempatan untuk mengembangkan ilmu dari bidang studi yang saya tekuni. Setengah tahun belakangan saya giat bekerja magang sebagai fasilitator acara training atau out bond di beberapa event provider out bond tertentu. Kesempatan ini tidak lepas dari bantuan beberapa kenalan yang membawa saya ke dalam dunia baru yang luar biasa ini. Dunia yang memberi saya kesempatan lebih untuk melihat seperti apa kira-kira sisi lain dari dunia kerja yang akan saya hadapi besok.

Menjadi fasilitator mengenalkan saya, pada sebuah pemahaman tentang bagaimana luasnya dunia. Ketika saya ternyata keliru bahwa saya mampu menguasai teori. Tapi nyatanya dalam sebuah praktek seringkali teori menjadi sesuatu yang lebih fleksibel tapi juga lebih rumit.

Pelajaran berharga sebagai seorang fasilitator yang akan saya ingat baik-baik adalah...
1. Bagaimana kondisi fisik merupakan hal yang sangat penting. Aktifitas menemani sebuah tim kerja selama sehari atau lebih tentu harus disertai dengan fisik yang prima. Hal ini supaya kita tetap tanggap dengan kebutuhan klien dan tetap dapat fokus pada materi yang harus tersampaikan dengan maksimal pada klien. 

Apalagi, dalam beberapa kasus kondisi fasilitator sangat menunjang keberhasilan pembentukan team building. Misalnya, pernah saya tanpa sengaja membawa mood buruk saat mendampingi kelompok, ternyata efeknya terasa lho pada klien. Mereka jadi ikut-ikutan tidak bersemangat selama mengikuti kegiatan. Tentunya proses training menjadi tidak optimal. Ini menjadi evaluasi berharga bagi saya, sehingga saya selalu ingat untuk selalu tampil energik dihadapan klien. Tentunya mood baik akan membantu kita untuk lebih nyaman dalam berkegiatan bukan jadi menurut saya tidak ada yang salah dengan kesediaan membagi senyum dan keceriaan pada saat kelompok mulai kendur. Tapi yang harus diingat ungkapan tentang SERSAN, Serius tapi santai.....

2. Kuasai betul materi dan perkaya games penunjang. Hal ini menjadi penting karena dengan menguasai betul materi yang akan kita bawakan tentunya klien akan lebih respect dengan kita. Hal ini membuat kita menjadi tampil lebih PD. Dalam beberapa event, materi outbond dan training di sampaikan dengan menggunakan games, oleh sebab itu fasilitator dituntut untuk paham betul tentang games-games yang akan digunakan. Jadi, ada kesesuaian antara materi-game dan kesimpulannya.

 (Kapan lagi naik beginian kalo nggak pas lagi jadi fasil?)

3. Ice breaking itu penting juga lho...ice breaking itu semacam games tetapi lebih ringan karena tidak fungsinya hanya sebagai menaikan mood dan energizer. Jadi, selain pemahaman atas game juga penting lho untuk mengingat lebih banyak ice breaking. Karena pemberian IB ini akan sangat mampu menaikan mood klien saat terasa mulai mengendur.

Ah,,,,sebenarnya masih banyak pelajaran berharga yang saya dapat, tapi hanya sekian yang saya mampu terjemahkan dengan manusiawi sehingga bisa saya bagikan.

Lepas dari itu semua, hal lain yang dapat banyak hal dari Out Bond dan Training. Seperti bertemu dengan orang-orang baru yang sudah jauh lebih berpengalaman tetapi rela berbagi. Pergi ke berbagai tempat menarik dan menyenangkan. Bagian ini paling seru karena saya bisa bekerja, belajar dan bermain sekaligus. Hahahaha.... yang pasti saya menyukai ini semua. Puji Tuhan.
(Bersama mereka yang tetap tersenyum meski badan porak-poranda)

Elora