Senin, 30 April 2012

Hujan

Tik. . .tik. . .tik. . .bunyi hujan di atas genting
Bergemericik menciptakan melodi yang khas
Air yang jatuh beradu dengan genting tanah liat
Sebagian ada yang muncrat berhamburan
Yang lain menggenang dicekungan

Tik. . .tik. . .tik. . .bunyi hujan di atas genting
Tersela-sela oleh gemuruh petir yang ingin juga tampil
Dengan kilatan cahaya bak lampu sorot
Bergemuruh riuh rendah tak mau henti

Tik. . .tik. . .tik. . .bunyi hujan di atas genting
Beralun perlahan
Tak ubahnya seorang janda yang ditinggal mati
Serupa rintihan insan patah hati
Sama seperti tangisan batin

Tik. . .tik. . .tik. . .bunyi hujan di atas genting. . .
Semakin lama semakin sering
Semakin lama semakin sering
Aku tak membenci hujan
Aku tak menyukai hujan
Tapi aku menunggu hujan dan menunggu bumi lelah menumpahkannya
Karena yang aku suka
Dan aku tunggu adalah pelangi
Pelangi seusai hujan


Elora

Tidak ada komentar:

Posting Komentar