Minggu, 29 April 2012

Kebahagiaan Seorang Fasilitator

Beberapa waktu ini, saya bersyukur karena diberi kesempatan untuk mengembangkan ilmu dari bidang studi yang saya tekuni. Setengah tahun belakangan saya giat bekerja magang sebagai fasilitator acara training atau out bond di beberapa event provider out bond tertentu. Kesempatan ini tidak lepas dari bantuan beberapa kenalan yang membawa saya ke dalam dunia baru yang luar biasa ini. Dunia yang memberi saya kesempatan lebih untuk melihat seperti apa kira-kira sisi lain dari dunia kerja yang akan saya hadapi besok.

Menjadi fasilitator mengenalkan saya, pada sebuah pemahaman tentang bagaimana luasnya dunia. Ketika saya ternyata keliru bahwa saya mampu menguasai teori. Tapi nyatanya dalam sebuah praktek seringkali teori menjadi sesuatu yang lebih fleksibel tapi juga lebih rumit.

Pelajaran berharga sebagai seorang fasilitator yang akan saya ingat baik-baik adalah...
1. Bagaimana kondisi fisik merupakan hal yang sangat penting. Aktifitas menemani sebuah tim kerja selama sehari atau lebih tentu harus disertai dengan fisik yang prima. Hal ini supaya kita tetap tanggap dengan kebutuhan klien dan tetap dapat fokus pada materi yang harus tersampaikan dengan maksimal pada klien. 

Apalagi, dalam beberapa kasus kondisi fasilitator sangat menunjang keberhasilan pembentukan team building. Misalnya, pernah saya tanpa sengaja membawa mood buruk saat mendampingi kelompok, ternyata efeknya terasa lho pada klien. Mereka jadi ikut-ikutan tidak bersemangat selama mengikuti kegiatan. Tentunya proses training menjadi tidak optimal. Ini menjadi evaluasi berharga bagi saya, sehingga saya selalu ingat untuk selalu tampil energik dihadapan klien. Tentunya mood baik akan membantu kita untuk lebih nyaman dalam berkegiatan bukan jadi menurut saya tidak ada yang salah dengan kesediaan membagi senyum dan keceriaan pada saat kelompok mulai kendur. Tapi yang harus diingat ungkapan tentang SERSAN, Serius tapi santai.....

2. Kuasai betul materi dan perkaya games penunjang. Hal ini menjadi penting karena dengan menguasai betul materi yang akan kita bawakan tentunya klien akan lebih respect dengan kita. Hal ini membuat kita menjadi tampil lebih PD. Dalam beberapa event, materi outbond dan training di sampaikan dengan menggunakan games, oleh sebab itu fasilitator dituntut untuk paham betul tentang games-games yang akan digunakan. Jadi, ada kesesuaian antara materi-game dan kesimpulannya.

 (Kapan lagi naik beginian kalo nggak pas lagi jadi fasil?)

3. Ice breaking itu penting juga lho...ice breaking itu semacam games tetapi lebih ringan karena tidak fungsinya hanya sebagai menaikan mood dan energizer. Jadi, selain pemahaman atas game juga penting lho untuk mengingat lebih banyak ice breaking. Karena pemberian IB ini akan sangat mampu menaikan mood klien saat terasa mulai mengendur.

Ah,,,,sebenarnya masih banyak pelajaran berharga yang saya dapat, tapi hanya sekian yang saya mampu terjemahkan dengan manusiawi sehingga bisa saya bagikan.

Lepas dari itu semua, hal lain yang dapat banyak hal dari Out Bond dan Training. Seperti bertemu dengan orang-orang baru yang sudah jauh lebih berpengalaman tetapi rela berbagi. Pergi ke berbagai tempat menarik dan menyenangkan. Bagian ini paling seru karena saya bisa bekerja, belajar dan bermain sekaligus. Hahahaha.... yang pasti saya menyukai ini semua. Puji Tuhan.
(Bersama mereka yang tetap tersenyum meski badan porak-poranda)

Elora

Tidak ada komentar:

Posting Komentar