Kamis, 26 April 2012

FACIAL

Seiring berkembangnya waktu dan bertambahnya usia, saya mulai menyadari pentingnya sebuah penampilan bagi seseorang dan khususnya wanita. Jadi, bukan hal yang baru ketika saya mendengar seorang teman yang berteriak kecil sambil memegang tonjolan mungil di area wajah dan berkata,"JERAWAT LAGI!!". Padahal benda yang menurutnya biang segala perasaan buruk itu, selalu mampir di wajahnya setiap bulan sebagai pertanda "tamu" yang ditunggunya sudah dekat.

Mungkin, saya juga salah satu dari sekian wanita yang mengganggap bahwa jerawat adalah "sesuatu" yang sama berbahayanya dengan NARKOBA jika tidak segera diatasi. Maka jadilah saya rela menyisihkan waktu beberapa jam untuk duduk manis di pusat kecantikan terdekat dengan sebuah niat mulia yaitu "facial".

Saat sedang menunggu giliran, saya menyempatkan diri untuk mengamati lingkungan di sekitar tempat saya duduk. Dan, lagi-lagi saya mencoba mendapatkan sesuatu dari kegiatan yang saya lakukan.
(1) Cantik itu perjuangan. Kenapa begitu? Saya amati cukup banyak perempuan berusia dewasa awal yang rela menunggu berjam-jam untuk mendapat giliran. Padahal, saya percaya mereka semua bukan gadis-gadis pengangguran yang punya waktu untuk dibuang-buang. Dan lagi siapa bilang menunggu itu menyenangkan? Mereka berjuang melawan ego mereka masing-masing untuk duduk bersabar menunggu giliran wajah mereka di "tangani". 
Bukan itu saja, yang namanya facial itu sakitnya bukan main. Wajah tidak hanya dipijat relaksasi, di-scrub dan di masker. Tetapi, jerawat kita itu ditucuk menggunakan jarum lalu dipencet-pencet. Belum lagi betapa merah dan bengkaknya wajah kita nanti. Seolah-olah untuk menjadi cantik, kamu harus bersedia merasa sakit terlebih dahulu. Benar-benar wanita tangguh.
(2) Cantik itu mahal. Ehem....berkaitan dengan finansial ala mahasiswa kos-kosan yang baru belajar jadi freelancer...yang namanya facial itu masih barang mewah. Jadi, bagi saya pribadi harus berani mengencangkan ikat pinggang untuk menyisihkan kemewahan yang satu ini.
(3) Cantik itu proses. Setelah muka kita dipencet-pencet, ditusuk-tusuk, dan diurut sana-sini, bukan serta merta "TARA!!!" kita cantik. Tetapi wajah kita akan membengkak selama beberapa waktu baru deh hasilnya akan nampak. Bukan langsung menjadi cantik, melainkan menjadi bersih dan terawat. Jadi kalau tidak diikuti oleh hidup sehat setelahnya maka akan sangat sia-sia perjuangan dan biaya yang kita keluarkan.

Hhhh....Lepas dari ini semua, saya sendiri setuju dengan istilah bahwa Cantik yang utama itu adalah cantik yang berasal dari hati. Karena, sangat disayangkan jika kecantikan fisik itu tidak berbanding lurus dengan kecantikan hati. Akan tetapi, akan sangat luar biasa jika kecantikan hati itu dibarengi dengan kecantikan fisik. Cantik fisik itu bukan berarti harus sekelas dengan artis-artis papan atas. Akan tetapi, cukup dengan menjaga, merawat dan membersihkan karya Tuhan indah di tubuh kita. Saya pikir, Tuhan akan sangat senang kalau kita menjaga dengan baik karunia-Nya. Setuju???? Mari berproses....

Elora

Tidak ada komentar:

Posting Komentar