Semua berawal dari bidikan lensa
Seperti seorang penguntit yang suka mengintip
Memilih dari sekian banyak objek
Mencari yang terbaik di antara yang baik
Cintaku berawal dari bidikan lensa
Ketika aku mulai mengaggumi sang penguntit
Gaya luwes bak profesional
Dunia sekitar seolah terlupakan
Tangan kokoh menopang dengan sigap
Mata penyipit tajam seolah takut kehilangan
Mulut terkunci rapat mendulum emas
Dia bukan penguntit profesional
Kikuk serupa kaku tanpa bumbu luwes
Tapi serius mengabadikan momen
Penguntitku. . .
Jangan kau bingkai aku
Jangan terus menerus mengintaiku dibalik lensa usangmu
Hei. . .adakah aku serupa patung atau tugu ?
Datanglah padaku hei penguntitku
Dan berhenti melihatku selayaknya monumen
Tidakkah aku serupa keindahan alam
Yang menggodamu selayaknya pegunungan
Memikatmu dan mengunci fokusmu
Elora
Tidak ada komentar:
Posting Komentar